News

Coolpad A116 rooting and increase system space with HKRomEditor

Minggu lalu saya membeli handphone Coolpad Rise A116, karena Andromax I saya sudah mulai terasa penuh dengan aplikasi dan mulai lambat.
Coolpad A116 memiliki sebuah backdoor bawaan dari pabrik, yang akan membuat hp mendownload sendiri sebuah aplikasi tanpa ijin, dan kebanyakan adalah aplikasi porno. Oleh karena itu, backdor tersebut harus dibuang, dan diperlukan akses root.
Banyak tutorial untuk rooting Coolpad A116 di internet, namun kebanyakan gagal, dan juga hanya sebuah posting untuk menggaet pengujung dari hasil searching keyword.
Cara rooting Coolpad A116 adalah dengan menginstall Kingroot.apk, lalu jalankan proses rooting. Jika berhasil, maka kan muncul aplikasi SuperUser. Selanjutnya, install Titanium Backup, dan hapus aplikasi backdoornya ( com.android.hhxx)
 
Kekurangan lainnya, adalah media penyimpanan untuk system hanya 1GB, sehingga cepat penuh hanya untuk install beberapa aplikasi standard yang dulu saya pakai di Andromax I.
Tapi ada solusinya, yaitu dengan menginstall HKRomEditor, untuk merubah partisi system dari 1GB ke 2,5GB

Hati-hati menerima telepon yang memakai PopCall

Beberapa minggu ini saya sering menerima panggilan masuk dengan tampilan masuk yang bisa dimodifikasi, yaitu dari orang yang mempergunakan layanan PopCall.
Layanan PopCall ini memungkinan penelepon memasukkan kata-kata yang dapat menarik perhatian, bahkan melakukan penipuan, misalnya ketika si penipu ini mempergukanan layanan PopCall untuk menampilkan teks “CS.at.Telkomsel”, atau “Angkat telponku,penting”, atau “Kantor Polisi” pada layar penerima panggilan.
Misalnya kita suatu saat menerima panggilan semacam ini, tekan saja tombol OK setelah melihat teks yang muncul, lalu lihat nomor asli penelepon. Misalnya penelepon adalah suatu perusahaan, usahakan cari dulu nomor tersebut di internet/Google misalnya, sebelum menerima panggilan tadi.
PopCall, sungguh suatu kemajuan dalam teknologi, tapi juga bisa menjadi sarana untuk melakukan penipuan dan kejahatan.
Berikut ini adalah nomor-nomor penipu yang selalu mempergunakan layanan PopCall :

  • 081279530798
  • 081283176978
  • 082214344879
  • 082216139636
  • 082236431918
  • 082368472378
  • 085352159888
  • 085359968666
  • 081220349186
  • 0817248379
  • 082119225555
  • 082378692111
  • 081393088875
  • 085223884888
  • 087897770809

Sering cek saldo di ATM BCA, kena biaya lho

Kabar baru datang lagi dari salah satu Bank terbesar di Indonesia, Bank BCA.
Manajemen BCA berencana mengenakan biaya untuk penarikan uang tunai di ATM BCA, bahkan untuk pengecekan saldo juga akan dikenakan biaya.
Untuk saat ini, biaya bulanan atau per transaksi dapat dilihat dari situs utama BCA : http://www.bca.co.id/id/Individu/Sarana/Biaya-dan-Limit/Dana-dan-Simpanan

KETERANGANBESARNYA(IDR)
Setoran Awal Minimum500.000
Setoran Minimum Selanjutnya50.000
Saldo Rata-rata minimum per bulan100.000
Saldo Minimum Ditahan50.000
Biaya Penggantian Buku Karena Rusak5.000
Biaya Cetak Mutasi GTU (per lembar)*2.500
Biaya Penutupan Rekening5.000
Biaya Administrasi Tambahan di Bawah Saldo Rata-Rata Minimum5.000
Biaya Administrasi Dengan Fasilitas Kartu Paspor BCA:
Silver / Khusus Counter :
– Biaya Administrasi per-bulan15.000
– Biaya Pembuatan / Penggantian Kartu10.000
Gold:
– Biaya Administrasi per-bulan17.000
– Biaya Pembuatan / Penggantian Kartu15.000
Platinum:
– Biaya Administrasi per-bulan20.000
– Biaya Pembuatan / Penggantian Kartu20.000

Update: 1 Februari 2016 
Keterangan: Jumlah dalam Rupiah (IDR).
*) Dengan maksimal biaya Rp. 150.000.
 
Berita berikut dari CNNInonesia :
Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan hal ini terpaksa dilakukan karena tingginya biaya operasional setiap mesin ATM yang dioperasikan perusahaannya. Ia mencatat, setiap kali seorang nasabah melakukan transaksi melalui ATM maka BCA harus menanggung biaya sekitar Rp2 ribu-Rp2.500 di luar biaya pengoperasian mesin.
“Biaya operasional satu mesin ATM bisa lebih dari Rp144 juta per tahun. Itu termasuk biaya pemeliharaan mesin, kertas, AC, listrik, asuransi dan lain-lain,” ujar Jahja di Jakarta.
“Cek saldo ada pakai M-Banking, SMS Banking, Internet Banking free (gratis) semua. Kalau ATM 5 kali, 7 kali free. Yang kita gak mau itu bukan tidak boleh cek saldo, tapi yang tidak perlu. Jam 7 cek, jam 9 cek, jam 10 cek lagi. Satu hari dicek terus,” ujarnya usai pengumuman kinerja keuangan BCA di Jakarta, Kamis (3/3/2016).
Dia menjelaskan nantinya nasabah hanya bisa melakukan lima sampai tujuh kali transaksi melalui ATM per hari. Untuk transaksi berikutnya, BCA akan mengenakan biaya tambahan yang nilainya masih dihitung.
Dengan menerapkan kebijakan tersebut, Jahja berharap nasabah BCA bisa beralih memanfaatkan fasilitas SMS, mobile, dan internet banking yang belum dikenakan biaya.
“Kami juga akan mengurangi jumlah mesin ATM untuk meningkatkan efisiensi,” jelas Jahja.
 
Berita berikutnya dari Detik.com :
“Kita dorong mereka pakai M-Banking, SMS Banking, Internet Banking yang itu kan free,” ujarnya.
Menurut Jahja, pengecekan saldo di ATM membutuhkan biaya sekitar Rp 2.000- Rp 3.000. Jika nasabah selama satu bulan bolak-balik ke ATM hanya untuk mengecek saldo maka bisa memberatkan perusahaan.
“Nanti kita tentukan sebulan 7-10 kali, nanti kita tetapkan. Sekarang ini ada yang bisa 70 kali cek saldo sebulan, narik uangnya hanya Rp 20.000-Rp 50.000 misalkan,” ucapnya.
“Bisa 3-6 bulan ke depan diterapkan, evaluasi dulu, sosialisasi dulu. Bukan kita larang cek saldo, jangan salah. Kita dorong mereka pakai M-Banking, SMS Banking, Internet Banking yang itu kan free. Tiap menit cek silakan kita sediakan,” kata Jahja.
 
Kesimpulan :
BCA menerapkan biaya untuk pengecekan saldo dan penarikan uang tunai melalui ATM, untuk menutup biaya operasional ATM. Hal ini diberlakukan kepada para nasabah yang melakukan pengecekan maupun penarikan saldo dalam jumlah banyak, atau terlalu sering dalam satu hari.
Dari sisi perusahaan, kita bisa memaklumi hal ini, karena memang benar, dalam satu hari terkadang ada satu orang yang kerjaannya bolak-balik terus-terusan mengecek saldo di ATM. Padahal akan lebih mudah dan nyaman jika melakukannya melalui MBanking ataupun KlikBCA
Dari sisi nasabah, jika memang ada batas Free Fee untuk pengecekan saldo maupun penarikan uang tunai dalam satu hari, misalnya 5 kali, itu bisa dianggap wajar. Karena pengecekan saldo bisa juga dilakukan melalui KlikBCA. Nah, misalnya ada yang lebih dari 5 kali dalam sehari, mungkin bisa dipertanyakan tingkat kesibukannya. Namun jika memang sesibuk itu, biasanya akan lebih memilih memakai KlikBCA atau MBanking.

Moving to the new home, Dediserve Jakart

Since Feb 25 2016, this blog moved from Hostus Singapore to the Dediserve Jakarta. They have a promo 50% off for the KVM VPS with 2GB memory, 2 cores, 30GB SSD Disk, and also with generous bandwith and good port speed although in Jakarta.
The net price is ~ $8.23/month for the VPS, and compared to another vps provider in Indonesia it’s still the cheapest.
Support also nice and kind, for example when I’m asking to change my default currency from EUR to USD, James helped me in seconds. And another one were when my order created in Dublin where it supposed to be in Jakarta, James also fix it in no time.

Terlalu banyak headline di Indonesia

Setelah beberapa waktu lalu kasus Bom di Sarinah, Gravatra, kemudian berita “Bangkrut”nya dua perusahaan elektronik di Indonesia yang dibesar-besarkan, sekarang kasus Syaiful Jamiil yang muncul mengisi judul utama pada beberapa media massa.
Satu demi satu kasus yang muncul, dipublikasikan, dibesar-besarkan, lalu akhirnya kasus lama menjadi terlupakan.
Masyarakat Indonesia nampaknya sudah terbiasa, dan membiasakan diri dengan hal semacam ini.
Masih ingatkah dengan kasus Lapindo? Kasus Bank Century? Serta kasus korupsi dan lain-lain yang terjadi di pemerintahan? Sepertinya semua itu lenyap ditelan oleh kasus-kasus baru yang bermunculan setiap bulan.
Setiap bulan, selalu ada saja kasus yang muncul dan membuat masyarakat terlupa dengan kasus-kasus besar yang pernah terjadi di negeri ini. February, kita sudah memiliki beberapa kasus yang menjadi berita utama. Tinggal kita tunggu saja episode selanjutnya untuk bulan Maret,

Kolam berisi ikan besar dan ikan kecil

Sore ini saya mendapat sebuah pelajaran, yaitu tentang kehidupan beberapa ekor ikan mas yang sudah besar-besar, dan beberapa ekor ikan mas warna-warni yang berukuran kecil.
Di dalam kolam, terdapat beberapa ekor ikan mas berukuran besar, yang sudah dipelihara dalam waktu yang cukup lama. Dulu, ikan-ikan itu berukuran kecil, sehingga diberikan makanan ikan atau pelet yang berukuran kecil, dan mereka pun makan dengan lahapnya.
Seiring dengan waktu, ikan-ikan mas yang semula kecil tadi mulai tumbuh, dan mulai membesar, sehingga makanan mereka juga berubah menjadi makanan ikan berukuran besar.
Tak lama setelah ikan-ikan mas tadi menjadi besar, dimasukkan beberapa ekor ikan mas warna-warni yang berukuran kecil. Kemudian disebarkan kembali pelet yang berukuran besar ke kolam tersebut.
Semua ikan makan dengan lahapnya, kecuali ikan mas yang masih berukuran kecil, karena mulutnya yang kecil jadi tidak dapat langsung memakan satu butir pelet berukuran besar, sehingga mereka hanya bisa berenang membawa satu butir pelet, kemudian memakannya sedikit demi sedikit.
Kejadian pemberian pelet berukuran besar ini berlangsung selama satu bulan. Kemudian dicoba diberikan pelet berukuran kecil agar ikan-ikan yang berukuran kecil mudah memakannya.
Ikan-ikan mas yang berukuran kecil tadi, hanya membiarkan pelet ukuran kecil tadi. Berbeda dengan ikan mas yang sudah berukuran besar, mereka tahu bahwa itu adalah makanan mereka sehingga mereka tetap memakannya dengan lahap.
Dicoba kembali menebarkan pelet berukuran besar, kali ini ikan-ikan mas yang kecil dan besar mulai berebut makanan, dan mulai makan dengan lahap.
 
Manusia, yang mulai berusaha dari Nol, mengetahui pahit manis kehidupan, akan mudah menerima apa adanya yang ada di dunia ini. Besar ataupun kecil, semua akan disyukuri.
Berbeda dengan manusia yang sudah terbiasa hidup enak, akan cenderung kurang memahami segala sesuatu yang terlihat kecil. Padahal banyak hal besar di dunia ini yang berawal dari sesuatu yang kecil.
Sekarang, seperti yang manakah kita? Ikan besar atau ikan kecil?