How to use ESP8266 ESP01 – Part 1 : Pengenalan Dasar

ESP8266 ESP01 adalah sebuah modul WiFi yang dapat dipergunakan oleh micro controller untuk mengakses jaringan WiFi. Module ini juga sebuah SOC atau System On Chip, yang tidak memerlukan micro controller untuk mengelola input ataupun output seperti yang kita biasa lakukan dengan Arduino misalnya, karena ESP01 bertindak sebagai komputer kecil.

ESP01 bekerja pada tegangan 3,3v sehingga kita harus selalu memastikan agar power supplynya tidak melebihi itu.

Untuk keperluan supply tegangan, saya membeli sebuah module MB102 breadboard, dengan pilihan tegangan output 3,3v dan 5v yang dapat diatur dengan memindah pin outputnya. Pastikan pin short pada tegangan 3,3v, dan selalu ukur terlebih dahulu tegangan output pada pin + dan – sebelum dihubungkan ke ESP01

PCB MB102 memiliki dua pilihan input tegangan supply, yaitu dari Jack DC bulat dan port USB dari tegangan 6.5v sampai dengan 12v. Tegangan input selalu 1v lebih tinggi dari ouput supaya dapat bekerja normal, dalam hal ini MB102 memiliki output 5v.

Dan karena Port USB diparalel dengan Jack DC, jangan sampai kita menghubungkan atau memberi supply pada perangkat lain melalui port USB ini, karena akan merusak perangkat lain yang dihubungkan ke port USB

ESP01, memiliki dua pin GPIO, sehingga pada awalnya akan terasa agak membatasi para pemula yang ingin mengolah banyak input dan output.

Namun jika kita hanya ingin mempergunakan ESP01 sebagai module untuk menerima sinyal dari internet untuk kemudian diproses sebagai ouput, atau mengolah input untuk kemudian dikirim dan diproses via internet, maka modul kecil ini akan terasa sangat bermanfaat, karena tidak memerlukan ruang yang cukup besar dibandingkan Arduino Nano.

 

Module ESP01 ini memiliki tiga mode operasi, yaitu :

  • Access Point (AP)
  • Station (STA)
  • Keduanya (AP dan STA)

Mode Access Points (AP) membuat modul ini bekerja sebagai pemancar WiFi, dan mengijinkan perangkat lain untuk terhubung ke module ini, sehingga antar perangkat dapat saling berkomunikasi.

Mode Station (STA) membuat modul ini dapat terhubung ke Access Point, contohnya seperti jaringan WiFi yang ada di rumah kita, dan memungkinan perangkat lain yang terhubung dalam jaringan untuk berkomunikasi dengan modul ini.

Selain sebagai AP dan STA, module ini juga dapat bekerja sebagai keduanya.

 

 

Di pasaran, atau toko online, ada banyak variasi ESP8266

 

Untuk modul ESP01 sendiri, ada dua macam warna, modul warna Hitam memiliki memory 1MB dan modul warna Biru memiliki memory 512kByte

Dengan keterangan :
1MB = 1 Mega Bytes = 1024 * 8 kbits = 8192 kbits = 8 Mbits
512kB = 512 kilo Bytes = 512 * 8kbits = 4098 kbits = 4 Mbits

Saya membeli module ESP01 warna Hitam via Bukalapak dari Toko CNC Store Bandung, dengan memory atau EEPROM yang terpasang adalah PUYA P25Q80H. Kita akan membahas sedikit mode memory ini, karena nanti akan dipakai pada setingan Arduino IDE

EEPROM PUYA P25Q80H ini, memiliki kapasitas 8 Mbits, dengan mode :

  • Single (8M x 1bits)
  • Dual (4M x 2 bits)
  • QIO (2M x 4 bits) — FAST

Kemampuan EEPROM ini adalah 100.000 kali baca/tulis dengan estimasi umur 20 tahun. Jadi jika kita mengalami masalah pada EEPROM, kita bisa menggantinya dengan type lain, misalnya modul ESP01 saya ganti memakai Winbond W25Q32 karena ingin upgrade kapasitasnya menjadi 32Mbits atau 4MByte.

Silakan cari sendiri cara lepas solderan, atau belinya dimana, atau bagaimana seting Arduino IDE setelah upgrade memorynya :p

Saat pertama kali membeli modul ini, biasanya kita masih dapat mempergunakan perintah AT. Dan berikut adalah hasil perintah AT+GMR setelah saya upgrade firmware ke SDK2.0

 

Untuk memberi program atau perintah terhadap ESP01, tentunya kita harus menghubungkan modul ini dengan Laptop atau PC kan?

Nah, kali ini kita bisa mempergunakan module CH340G USB-TTL seperti ini, karena lebih mudah dalam proses flashing atau pengisian programnya.

Sebelum ESP01 dipasang pada module USB TTL ini, selalu ukur terlebih dahulu pin ouput di socket adapter, apakah 3,3v atau lebih.

Mempergunakan tinc untuk melayani akses website pada VirtualBox

Saya memiliki sebuah server dari WinnerVPS dengan lokasi di Indonesia, dan juga sebuah BlockExplorer untuk Indocoin yang dijalankan pada VirtualBox pada komputer. Bagaimana caranya agar program BlockExplorer tersebut bisa diakses oleh umum? Ada beberapa contoh solusi sebagai berikut :

  • Mempergunakan layanan No-IP atau dinamic dns
  • Mempergunakan tinc dan proxy Nginx

Kali ini, saya akan membuat tutorial supaya website atau aplikasi yang dijalankan secara lokal dapat diakses secara umum memakai tinc.

Secara konsep, pengunjung membuka alamat indocoin.ddns.net, yang diset di no-ip memakai IP dari WinnerVPS, kemudian diteruskan kepada VirtualBox.

 

Dalam konsep ini, kita mempergunakan aplikasi tinc, karena koneksi antar server dapat terjadi secara langsung, tanpa diperlukan port forwarding untuk keperluan akses port. Untuk keperluan nama domain, saya memakai no-ip karena gratis, jadi kita tidak perlu membeli sebuah domain (kecuali memang sengaja ingin memakai domain sendiri).

 

  • Konfigurasi No-IP

Silakan isi Hostname sesuai keinginan, dan IPv4 Address dengan IP VPS

 

  • Konfigurasi tinc server di VPS

    Edit  /etc/tinc/tinc-up :

    Edit /etc/tinc/tinc-down :

    Edit /etc/tinc/tinc.conf :

    Edit /etc/tinc/hosts/winnervps

    Edit file /etc/nginx/sites-enabled/indocoin.conf

     

  • Konfigurasi tinc client di RaspberryPiEdit file /etc/tinc/tinc-up :

    Edit file /etc/tinc/tinc-down

    Edit file /etc/tinc/tinc.conf :

    Edit file /etc/tinc/hosts/virtualbox

    Blockexplorer dijalankan pada port 25000 di VirtualBox, misalnya kita ingin mengganti BlockExplorer dengan aplikasi lain, silakan saja sesuaikan portnya di file konfigurasi Nginx di VPS

    Supaya tinc server dan client dapat saling berkomunikasi, kita perlu mengcopy file yang ada di /etc/tinc/hosts ke masing-masing perangkat/server/raspi.

    Contoh penerapan tinc ini, tidak hanya untuk webserver, tapi bisa juga untuk cctv, dengan mengikuti contoh dan tinggal menyesaikan konfigurasinya.

    Untuk tutorial seting tinc di server dan client, ada banyak di internet, jadi saya hanya ambil garis besarnya saja disini . Semoga bermanfaat ya…

Asuswebstorage 1TB for 100 years switched to 5GB

I have a free 1 TB space on Asuswebstorage for 100 years when I bought a laptop last time, but since the daily limit is 500MB, I just leave it unused and switch to TransIP Stackstorage which also give 1TB for free.

 

A few days ago, I had an email from Asus offering a 1TB a year for $13.49

 

 

So I login and check my old account again, and it switched to the free 5GB plan, hahaha

Mempergunakan Stackstorage untuk backup file di Linux, Android, Windows

Saya memiliki akun di Stackstorage dengan kapasitas 1TB, dan selama ini hanya dipergunakan untuk menghubungkan antara Android dan Laptop. Kali ini akan saya buat tutorial untuk mounting Stackstorage memakai webdav.

Jika ingin memiliki akun Stackstorage, silakan langsung ke situsnya [disini]

Konsep yang saya inginkan adalah :

  • Mudah dalam proses upload file yang perlu dibackup
  • Mudah dalam proses download file yang diperlukan
  • Mudah dalam mengelola file yang disimpan di media penyimpanan
  • Mudah dalam proses akses yang dalam hal ini mount memakai webdav

 

Instalasi webdavs di Ubuntu 18

 

Membuat direktori yang diperlukan

 

Mempersiapkan file authentifikasi supaya tidak perlu mengetik user dan password

Continue reading

Instalasi cryptocoin di Ubuntu 18 64 bit

Pada umumnya crypto coin mempergunakan OpenSSL versi  1.0.1c, sedangkan Ubuntu 18 memakai OpenSSL 1.1.0h

Sehingga saat kita akan meng-compile coin wallet akan menemukan error BigNUM, karena versi OpenSSL yang terinstall di sistem lebih tinggi dan menyebabkan beberapa fungsi tidak dapat dipergunakan.

Karena kita memerlukan OpenSSL 1.1.0h, dan juga memerlukan OpenSSL 1.0.1c, maka solusinya adalah menginstall OpenSSL 1.0.1 di lokasi lain. Berikut adalah tutorialnya :

Perintah diatas akan membuat direktori /usr/local/ssl beserta librarynya.

 

Selanjutnya adalah meng-compile coin walletnya, kali ini contohnya adalah IndoCoin

Proses compile akan memerlukan waktu beberapa menit, tergantung dari kapasitas server yang dipakai. Dan setelah selesai, akan terbuat file indocoind yang siap untuk dijalankan

 

Jika berhasil terhubung ke jaringan, maka berikut adalah contoh informasinya :

 

 

CH341A Programmer and Driver for Windows 10

Setelah update Windows 10, saya mengalami masalah dalam pengisian program ke IC Flash Windbond 25Q32 dengan keterangan write timeout.

Kemungkinan besar penyebabnya adalah driver yang sudah tidak cocok dengan Windows 10.

Bila ada rekan yang mengalami masalah yang sama, silakan didownload programmer dan driver barunya.

Kalau masih menemui masalah, ada kemungkinan driver signaturenya dikunci oleh Windows 10 saat melakukan update. Untuk mematikannya, buka CMD dengan akses administrator, lalu ketikkan :

 

Dan coba jalankan lagi programmer ch341nya