Tutorial instalasi tinc client di Windows 10

Kali ini saya akan membagikan sebuah tutorial instalasi tinc, yang dijalankan pada Laptop Windows 10

Untuk konfigurasi IP, saya memakai contoh berikut :

  • 10.0.0.1 : DigitalOcean Debian 8 64bit
  • 10.0.0.2 : Raspberry Pi 2 model B
  • 10.0.0.3 : Laptop Windows 10

Sebelumnya, kita sudah membuat tinc server di DigitalOcean dengan IP 10.0.0.1, dan tinc client di Raspberry Pi dengan IP 10.0.0.2. Sekarang kita akan memakai IP 10.0.0.3 pada Laptop Windows 10

Download aplikasi tinc untuk Windows 10 disini

Buka cmd dengan akses administrator, dan pindah ke direktori C:\Program Files\tinc

Jalankan perintah berikut :

 

Kemudian install Driver TAP di Laptop.

 

Berbagi file konfigurasi

 

Jika kita ingin memakai OpenVPN dan tinc di Windows 10, kita akan menemui masalah konflik pada driver, sehingga harus memilih salah satu yang akan dipakai.

Misalnya kita memakai tinc, maka untuk VPN kita tidak memakai aplikasi OpenVPN, namun memakai fungsi VPN bawaan Windows.

 

Testing konfigurasi tinc di Laptop

Secara otomatis, akan terciptakan sebuah services bernama tinc.cloud, yang akan berjalan ketika Laptop boot.

Jika ada error koneksi, silakan seting firewall agar melewatkan port 655 dan IP server tinc

Tutorial instalasi tinc client di Raspberry Pi

Tutorial kali ini adalah instalasi tinc pada Raspberry Pi sebagai salah satu node, dengan IP 10.0.0.2

Berikut adalah perintah untuk instalasi tinc di Raspberry Pi

 

Berikut adalah isi file /etc/tinc/tinc.conf

 

Berikut adalah isi file /etc/tinc/tinc-up

 

Berikut adalah isi file /etc/tinc/tinc-down

 

Buat file konfigurasi /etc/tinc/hosts/rapsib

Ganerate private key untuk koneksi raspib tadi :

Set chmod untuk beberapa file

 

Berbagi file konfigurasi

Download file konfigurasi dari DigitalOcean /etc/tinc/hosts/cloud
Simpan pada Raspberry Pi /etc/tinc/hosts/cloud

Download file konfigurasi dari Raspiberry Pi /etc/tinc/hosts/raspib
Simpan pada DigitalOcean /etc/tinc/hosts/raspib

Berikut adalah contoh isi direktori /etc/tinc pada Raspberry Pi :

Dan isi direktori /etc/tinc/hosts pada Raspberry Pi dan DigitalOcean setelah berbagi file

Untuk debugging error tinc bisa dijalankan dengan perintah tincd -D -d3, dan untuk keluar dari perintah debug tadi, tekan Ctrl + \
Jika tidak ada error saat debug, maka untuk menjalankan tincd pada Raspberry Pi, langsung saja ketik tincd

 

Testing koneksi tinc

Matikan semua proses tincd pada DigitalOcean dan Raspberry Pi dengan perintah

Jalankan tincd pada DigitalOcean dengan perintah : tincd -D -d3
Jalankan tincd pada Raspberry Pi dengan perintah : tincd -D -d3

Kita menjalankan tincd dengan mode debug, supaya terlihat proses koneksi maupun errornya.
Kalau konfigurasi berhasil, dan tidak ada masalah, maka akan terlihat ada koneksi, kemudian buka shell baru, jangan tutup shell yang masih menjalankan tinc mode debug tadi.

Lakukan ping dari DigitalOcean ke IP 10.0.0.2 ( ip tinc raspberry pi)
Lakukan ping dari Raspberry Pi ke IP 10.0.0.1 ( ip tinc digitalocean)

Jika ada reply dari keduanya, maka proses instalasi dan konfigurasi tinc berhasil. Keluar dari shell debug, kemudian jalankan tinc secara langsung dengan mengetik tincd

Untuk memulai tincd saat boot, kita perlu menambahkan baris tincd sebelum exit pada file /etc/rc.local

 

  • Saat ini Raspberry Pi dipergunakan sebagai NAS (Network Attached Storage) yang dapat diakses oleh siapapun yang terhubung dengan tinc melalui alamat sharing \\10.0.0.4\shared
    Selama Raspberry Pi terhubung ke internet, maka dapat dipergunakan sebagai media penyimpanan sementara

Tutorial instalasi tinc server Debian 8 DigitalOcean

Kali ini saya akan membagikan sebuah tutorial instalasi tinc, yang dijalankan pada vps Debian 8 64bit dari DigitalOcean, yang berfungsi sebagai node utama.

Untuk konfigurasi IP, saya memakai contoh berikut :

  • 10.0.0.1 : DigitalOcean Debian 8 64bit
  • 10.0.0.2 : Raspberry Pi 2 model B
  • 10.0.0.3 : Laptop Windows 10
  • 10.0.0.4 : Hostforce Debian 8 64bit
  • Saya memakai interface tun1 di vps, karena tun0 dipakai untuk OpenVPN

Contoh penerapan tinc untuk mesh vpn, dijelaskan secara mudah oleh Linode


Berikut adalah perintah untuk instalasi tinc di vps :

Berikut adalah isi file /etc/tinc/tinc.conf

 

Berikut adalah isi file /etc/tinc/tinc-up

 

Berikut adalah isi file /etc/tinc/tinc-down

 

Buat file konfigurasi  /etc/tinc/hosts/cloud

 

Generate private key untuk koneksi “cloud” tadi :

 

Set chmod untuk beberapa file

 

Berikut adalah contoh tampilan isi direktori /etc/tinc pada vps saya :

 

Dan isi /etc/tinc/hosts/

 

Untuk debugging error tinc bisa dijalankan dengan perintah tincd -D -d3, dan untuk keluar dari perintah debug tadi, tekan Ctrl + \
Jika tidak ada error saat debug, maka untuk menjalankan tinc pada VPS, langsung ketik saja tincd

Tutorial selanjutnya adalah instalasi dan konfigurasi tinc pada Raspberry Pi

Realtime monitoring memakai Netdata

Tutorial kali ini adalah cara instalasi netdata untuk realtime monitoring server yang kita miliki. Dalam tutorial ini, saya memakai vps Debian 64bit, dengan cara installnya sebagai berikut :

Silakan mengikuti contoh instalasi pada halaman Githubnya jika memakai sistem operasi yang berbeda.
Jika proses instalasi berhasil, maka akan muncul informasi bahwa Dashboardnya dapat diakses melalui http://ip.address:19999

Dari Dashboard, kita dapat memonitor berbagai macam proses yang ada, misalnya pemakaian Disk, Network, Memory, dan lainnya.
Jika kita ingin memakai badgenya, tanpa harus membuka halaman Dashboard, bisa mengikuti tutorialnya di Gihub.
Contoh pemakaian badge untuk traffiknya :

Cara install Shadowsocks

Shadowsocks adalah salah satu cara untuk melewati sensor atau pemblokiran akses ke internet selain memakai vpn atau proxy. Berikut ini adalah tutorial sederhana untuk menginstall shadowsocks pada vps debian dengan ip 192.168.1.100

Edit file konfigurasi untuk shadowsocks, dalam contoh ini adalah /etc/shadowsocks.json untuk satu user

JIka ingin membuat untuk user dengan port yang berbeda, maka berikut adalah contoh konfigurasinya :

Silakan sesuaikan dengan keperluan, isi server dengan alamat ip vs, server port dan local port dengan port yang akan dipergunakan, pergunakan password yang aman, serta sesuaikan metode enkripsi yang akan kita pakai.
Kemudian coba jalankan server shadowsocks yang telah kita buat dengan perintah berikut :

Jika tidak ada masalah, maka coba kita lihat lognya dengan perintah berikut :

Setelah server kita sudah siap, langkah selanjutnya adalah mendownload aplikasi client untuk shadowsock.

 

Koneksi Client ke Server
Silakan tambahkan profile server ke aplikasi client shadowsock, jika ingin manual, maka berikut adalah contohnya :

Jika ingin mudah, kita juga bisa mempergunakan QR Code untuk sharing konfigurasinya. Baca Quick Guide di shadowsocks.org
Aplikasi client shadowsock dapat mempergunakan URI yang sudah diencode memakai Base64 dengan contoh :

Jadi misalnya kita memakai server dengan metode enkripsi aes-256-cfb, passwordnya password1, alamat ipnya 192.168.1.100 dengan server port  8000, maka contoh format sebelum diencode Base64 adalah seperti berikut :

Lakukan encode base64 tanpa memakai ss://, jadi copy paste mulai aes-256-cfb:password/@192.168.100.1:8000
Kita bisa mempergunakan situs online untuk melakukan encoding, contohnya dari base64encode.org

Hasil encoding, kita tambahkan ss://, sehingga menjadi seperti berikut :

 

Copy paste baris diatas, lalu buat menjadi QR Code dengan bantuan situs di internet, contohnya qr-code-generator.com, pilih text, lalu klik Generate.

Selanjutnya pada aplikasi Client di Android atau PC, scan QR Code yang muncul, dan shadowsock akan menambahkan profile server yang telah kita buat tadi.
Setelah ditambahkan, coba sambungkan client ke server dengan mengklik icon connect pada aplikasi client. Kemudian periksa IP perangkat yang kita pakai, apakah sudah berubah menjadi IP server shadowsocks atau belum, dengan membuka situs ipsaya.com

Penjualan saldo NYC dan altcoin ke Bitcoin.co.id

Bulan ini, ada beberapa altcoin yang nilainya naik drastis, dan ternyata saya pernah mining coin tersebut beberapa tahun lalu, contohnya NYC dan EMC2
Dompet-dompet coin tersebut memerlukan waktu yang lama untuk disinkronkan, karena sudah lama sekali tidak saya buka dari 2015.

Terima kasih pada mas Avan yang selalu siap sedia menampung saldo BTC saya 🙂